Pondok Pesantren Ulul Ilmi dibentuk sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi masyarakat Indonesia khususnya DKI Jakarta,  di mana krisis moneter yang melanda negara kita sejak tahun 1997 sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat terutama masyarakat lapisan bawah. Dampak dari hal tersebut diatas mengakibatkan jumlah penduduk miskin, anak putus sekolah dan anak terlantar. Kondisi ini tidaklah terlalu kita temui ketika kita melintasi perempatan lampu merah. Terlihat pemandangan anak-anak putus sekolah dan anak-anak terlantar yang menyambung hidup dengan mengamen sekedar untuk sesuap nasi. Kondisi ini mengancam hilangnya satu generasi penerus bangsa. Sementara itu, harga barang terus menigkat membuat biaya untuk hidup semakin tinggi.

Keadaan krisis ekonomi yang berkepanjangan dalam masyarakat yang memperihatinkan tersebut ironisnya diperparah dengan krisis moral yang sangat menghawatirkan di mana masyarakat mengesampingkan nilai agama yang dianutnya khusunya ajaran Islam sehingga kepedulian untuk mempelajari ilmu agama sangatlah kurang. Bagaimana tidak, memikirkan kebutuhan harian untuk makan saja sudah sangat memusingkan mereka.

Menyadari keadaan tersebut lahirlah sebuah pondok pesantren dengan nama pondok pesantren Ulul Ilmi yang diprakarsai oleh beberapa tokoh masyarakat sebagai wadah/organisasi sosial. pondok pesantren Ulul Ilmi bergerak di bidang sosial kemasyarakat dengan fokus kegatan di bidang pendidikan keagamaan sebagai bentuk kepedulian dan implementasi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri berimtaq dan berilmu ditengah-tengah krisis multi dimensional yang sedang berkecambuk di negeri kita sekarang ini.

Krisis moneter yang melanda negara kita sejak tahun 1997 sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat terutama masyarakat lapisan bawah. Dampak dari hal tersebut diatas mengakibatkan jumlah penduduk miskin, anak putus sekolah dan anak terlantar. Kondisi ini tidaklah terlalu kita temui ketika kita melintasi perempatan lampu merah. Terlihat pemandangan anak-anak putus sekolah dan anak-anak terlantar yang menyambung hidup dengan mengamen sekedar untuk sesuap nasi. Kondisi ini mengancam hilangnya satu generasi penerus bangsa. Sementara itu, harga barang terus menigkat membuat biaya untuk hidup semakin tinggi.

Keadaan krisis ekonomi yang berkepanjangan dalam masyarakat yang memperihatinkan tersebut ironisnya diperparah dengan krisis moral yang sangat menghawatirkan dimana masyarakat mengesampingkan nilai agama yang dianutnya khusunya ajaran islam sehingga kepedulian untuk mempelajari ilmu agama sangatlah kurang. Bagaimana tidak, memikirkan kebutuhan harian untuk makan saja sudah sagat memusingkan mereka.

Menyadari keadaan tersebut sebagai bentuk kepedulian umat maka pada tanggal 08 Juli 2002 lahirlah sebuah pondok pesantren berbentuk yayasan dengan nama Yayasan Pondok Pesantren Ulul Ilmi yang diprakarsai oleh beberapa tokoh masyarakat sebagai wadah/organisasi sosial pormal. Pendirian yayasan dilakukan dihadapan notaris Saal Bumela, SH dengan Akta No. 12 tahun 2002 tanggal 08 Juli 2002. Tujuan yayasan adalah membantu pemerintah dalam mensukseskan pembagunan negara dan bangsa khususnya mencerdaskan umat Islam serta mengembangkan ajara-ajaran Islam dikalangan masyarakat Indonesia.

Pondok Pesantren Ulul Ilmi bergerak di bidang sosial kemasyarakat dengan fokus kegatan dibidang pendidikan sebagai bentuk kepedulian dan implementasi .untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri berimtaq dan berilmu ditengah-tengah krisis multii dimensional yang sedang berkecambuk di negeri kita sekarang ini. Misi Pondok Pesantren Ulul Ilmi adalah mencetak generasi Islam yang kaffah. Sesuai dengan namanya Ulul Ilmi yang berarti orang-orang yang berilmu (sumber ilmu).